Sabtu, 15 Maret 2014

Teknologi Informasi

Teknologi Informasi
Teknologi adalah pengembangan dan aplikasi dari alat, mesin, material dan proses yang menolong manusia menyelesaikan masalahnya 

Informasi adalah hasil pemrosesan, manipulasi dan pengorganisasian/penataan dari sekelompok data yang mempunyai nilai pengetahuan (knowledge) bagi penggunanya 

Pengertian teknologi informasi menurut beberapa ahli teknologi informasi : 
  1. Teknologi Informasi adalah studi atau peralatan elektronika, terutama komputer, untuk menyimpan, menganalisa, dan mendistribusikan informasi apa saja, termasuk kata-kata, bilangan, dan gambar (kamus Oxford, 1995)  
  2. Teknologi Informasi  adalah seperangkat alat yang membantu anda bekerja dengan informasi dan melaksanakan tugas-tugas yang berhubungan dengan pemrosesan informasi (Haag & Keen, 1996)  
  3. Teknologi Informasi tidak hanya terbatas pada teknologi komputer (software & hardware) yang digunakan untuk memproses atau menyimpan informasi, melainkan juga mencakup teknologi komunikasi untuk mengirimkan informasi (Martin, 1999)  
  4. Teknologi Informasi adalah segala bentuk teknologi yang diterapkan untuk memproses dan mengirimkan informasi dalam bentuk elektronis (Lucas, 2000)  
  5. Teknologi Informasi adalah teknologi yang menggabungkan komputasi (komputer) dengan jalur komunikasi berkecepatan tinggi yang membawa data, suara, dan video (William & Sawyer, 2003)
Secara implisit dan eksplisit IT tidak sekedar berupa teknologi komputer, tetapi juga mencakup teknologi komunikasi.Dengan kata lain, yang disebut Teknologi Informasi adalah gabungan antara Teknologi Komputer dan Teknologi Telekomunikasi

Teknologi Informasi adalah suatu teknologi yang digunakan untuk mengolah data, termasuk memproses, mendapatkan, menyusun, menyimpan, memanipulasi data dalam berbagai cara untuk menghasilkan informasi yang berkualitas, yaitu informasi yang relevan, akurat dan tepat waktu, yang digunakan untuk keperluan pribadi, bisnis, dan pemerintahan dan merupakan informasi yang strategis untuk pengambilan keputusan.
DISTANCE LEARNING
Dengan adanya perkembangan eknologi informasi dalam bidang pendidikan, maka pada saat ini sudah dimungkinkan untuk diadakan belajar jarak jauh dengan menggunakan media internet  untuk menghubungkan antara mahasiswa dengan dosennya, melihat nilai mahasiswa secara online, mengecek keuangan, melihat jadwal kuliah, mengirimkan berkas tugas yang diberikan dosen dan sebagainya, semuanya itu sudah dapat dilakukan. Faktor utama dalam distance learning yang selama ini dianggap masalah adalah tidak adanya interaksi antara dosen dan mahasiswanya. Namun demikian, dengan media internet sangat dimungkinkan untuk melakukan interaksi antara dosen dan siswa baik dalam bentuk real time (waktu nyata) atau tidak. Dalam bentuk real time dapat dilakukan misalnya dalam suatu chatroom, interaksi langsung dengan real audio atau real video, dan online meeting. Yang tidak real time bisa dilakukan dengan mailing list, discussion group, newsgroup, dan buletin board. Dengan cara di atas interaksi dosen dan mahasiswa di kelas mungkin akan tergantikan walaupun tidak 100%. Bentuk-bentuk materi, ujian, kuis dan cara pendidikan lainnya dapat juga diimplementasikan ke dalam web, seperti materi dosen dibuat dalam bentuk presentasi di web dan dapat di download oleh siswa. Demikian pula dengan ujian dan kuis yang dibuat oleh dosen dapat pula dilakukan dengan cara yang sama.
CONTOH LAIN PEMANFAATAN ATAS PERKEMBANGAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI UNTUK PENDIDIKAN DI INDONESIA

  1. Perpustakaan elektronik (e-library) Revolusi teknologi informasi tidak hanya mengubah konsep pendidikan di kelas tetapi juga membuka dunia baru bagi perpustakaan. Perpustakaan yang biasanya merupakan arsip buku-buku dengan dibantu teknologi informasi dan internet dapat dengan mudah mengubah konsep perpustakaan yang pasif menjadi lebih agresif dalam berinteraksi dengan penggunanya. Dengan banyaknya perpustakaan tersambung ke internet, sumber ilmu pengetahuan yang biasanya terbatas ada di perpustakaan menjadi tidak terbatas
  2. Surat elektronik (e-mail) Dengan aplikasi e-mail, seorang guru, orang tua, pengelola, dan siswa dapat dengan mudah saling berhubungan. Pihak sekolah dapat membuat laporan perkembangan siswa dan prestasi belajar baik diminta orang tua atau pun tidak. Dalam kegiatan belajar diluar sekolah, siswa yang menghadapai kesulitam materi pelajaran dapat bertanya lewat e-mail kepada pihak sekolah atau guru bidang studi. Demikian pula untuk guru yang berhalangan hadir dapat memberikan tugas via e-mail kepada siswa.
  3. Ensiklopedia Sebagian perusahaan yang menjalankan ensiklopedia saat ini telah mulai bereksperimen menggunakan CD-ROM untuk menampung ensiklopedia sehingga duharapkan ensiklopedia di masa mendatang tidak hanya berisi tulisan dan gambar saja, tetapi juga video dan audio.
  4. Jurnal atau majalah ilmiah Salah satu argumentasi umumnya di dunia pendidikan Indonesia adalah kurangny akses informasi ke jurnal atau majalah ilmiah yang berada di internet sehingga memudahkan bagi para siswa untuk mengakses informasi ilmiah terkahir yang ada di seluruh dunia.
  5. Pengembangan homepage dan sistim distribusi bahan belajar secara elektronik (digital) Sistem pembelajaran melalui homepage dapat dikembangkan dalam bentuk sekolah maya (virtual school) sehingga semua kegiatan pembelajaran mulai dari akses bahan belajar, penilaian, dan kegiatan administrasi pendukung dapat secara online selama 24 jam.
  6. Video teleconference Keberadaan teknologi informasi video teleconference memungkinkan bagi anak-anak di seluruh dunia untuk saling mengenal dan berhubungan satu dengan lainnya. Video teleconference di sekolah merupakan saranan untuk diskusi, simulasi dan dapat digunakan untuk bermain peran pada kegiatan belajar mengajar yang bersifat social. Disamping itu dapat pula untuk pengamatan proses eksperimen dari seorang guru.
Dampak positif dan negatif dari perkembangan teknologi informasi dan komunikasi di bidang pendidikan
Dampak Positif Teknologi Informasi dan Komunikasi di bidang pendidikan:
1. Informasi yang dibutuhkan akan semakin cepat dan mudah di akses untuk kepentingan pendidikan.
2. Inovasi dalam pembelajaran semakin berkembang dengan adanya inovasi e-learning yang semakin memudahkan proses pendidikan.
3. Kemajuan TIK juga akan memungkinkan berkembangnya kelas virtual atau kelas yang berbasis teleconference yang tidak mengharuskan sang pendidik dan peserta didik berada dalam satu ruangan.
4. Sistem administrasi pada sebuah lembaga pendidikan akan semakin mudah dan lancar karena penerapan sistem TIK.
Tidak diragukan lagi, transformasi informasi ini memiliki banyak manfaat positif, namun sayangnya juga membawa berbagai dampak negatif diantaranya:
1. Kemajuan TIK juga akan semakin mempermudah terjadinya pelanggaran terhadap Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) karena semakin mudahnya mengakses data menyebabkan orang yang bersifat plagiatis akan melakukan kecurangan.
2. Walaupun sistem administrasi suatu lembaga pendidikan bagaikan sebuah system tanpa celah, akan tetapi jika terjadi suatu kecerobohan dalam menjalankan sistem tersebut akan berakibat fatal.
3. Salah satu dampak negatif televisi adalah melatih anak untuk berpikir pendek dan bertahan berkonsentrasi dalam waktu yang singkat (short span of attention).
Menurut pendapat para pakar informasi, dampak negative dari berbagai fasilitas komunikasi, termasuk internet, sama sekali tidak dapat dipandang sebelah mata, karena dampak negatif tersebut sangat mempengaruhi aktivitas penggunanya. Berikut ini contoh kejahatan maupun tindakan amoral yang paling banyak ditemui sebagai dampak negatif TIK, diantaranya: Pornografi, Tayangan berupa kekejaman dan kesadisan, Penipuan, Carding, Perjudian dan Ketergantungan.
Dampak negatif TIK diatas dapat dicegah dengan cara-cara berikut:
1. Menegakkan fungsi hukum yang berlaku, misalnya pembentukan chiber task yang bertugas untuk menentukan standar operasi pengendalian dalam penerapan teknologi informasi di instansi pemerintah. Hal ini meliputi keamanan teknologi, system rekap data, serta fungsi pusat penanganan bencana.
2. Menghindari penggunaan telepon seluler berfitur canggih oleh anak-anak dibawah umur dan lebih mengawasi pemakaian ponsel.
3. Televisi:
  • Mewaspadai muatan pornografi, kekerasan, dan tayangan mistis.
  • Memperhatikan batasan umur penonton pada film yang tengah ditayangkan.
  • Mengaktifkan penggunaan fasilitas Parental Lock pada TV kabel dan satelit.
  • Menghindari penempatan TV pribadi di dalam kamar.
4. Komputer dan internet:
  • Mewaspadai muatan pornografi digital (online maupun offline).
  • Mewaspadai kekerasan pada game.
  • Cek history browser pada computer anak untuk melihat apa saja yang sudah dilihatnya.
  • Menggunakan program filtering dan Parental Control.
  • Meletakkan computer pada tempat yang dapat diawasi, hindari penempatan computer di dalam kamar.
  • Jika terpaksa meletakkan computer dalam kamar anak, jangan melengkapinya dengan fasilitas internet.

Disamping Teknologi informasi memiliki manfaat yang sangat banyak. Tapi, selain itu masih banyak kendala dalam penerapan aplikasi teknologi informasi itu sendiri. Diantaranya :
  • Kurangnya ketersediaan sumber daya manusia
  • Kurang siapnya proses transformasi teknologi
  • Belum memadainya infrastruktur telekomunikasi
  • Belum memadainya perangkat hukum yang mengaturnya
  • Memerlukan biaya yang cukup tinggi
  • Belum meratanya jaringan di seluruh Indonesia


Teknik Lingkungan

1. Apa Itu Teknik Lingkungan ?
Teknik Lingkungan merupakan salah satu cabang ilmu keteknikan yang memanfaatkan prinsip-prinsip dan praktek-praktek rekayasa serta manajemen untuk memelihara dan melindungi kesehatan dan keselamatan manusia, serta lingkungan yang terdiri dari air, tanah, udara, secara keseluruhan. Perekayasaan disini maksudnya adalah merekayasa alat-alat dan metoda yang digunakan untuk meminimalisir efek negatif limbah (baik dari industri maupun rumah tangga) terhadap lingkungan hidup dan kesehatan masyarakat.
Ruang lingkup bidang ini adalah konservasi sumber daya air, pengelolaan lingkungan, pengelolaan kesehatan lingkungan, upaya pengendalian pencemaran, penyaluran limbah dan buangan, pengendalian pencemaran akibat limbah cair, gas dan lumpur dan pengelolaan kualitas perairan, tanah, atmosfer, serta pengendalian dan pengelolaan dampak lingkungan.
2. Apa yang Dipelajari di Teknik Lingkungan ?
Dalam Teknik Lingkungan ilmu yang dipelajari adalah ilmu yang berkaitan dengan bidang pengelolaan dan rekayasa lingkungan. Misalnya ilmu mengenai rekayasa air minum, rekayasa air buangan, Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3), pengelolaan sampah, pencemaran lingkungan, Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL). Selain itu, mahasiswa Teknik Lingkungan juga akan mendapatkan ilmu tentang pengelolaan kesehatan lingkungan yang mempelajari epidemiologi (ilmu yang mempelajari penyebaran penyakit), kesehatan dan keselamatan kerja, dan lain-lain.
3. Peranan  Ilmu Teknik Lingkungan dalam Pembangunan
Masalah lingkungan juga dapat timbul sebagai akibat kondisi lingkungan yang buruk  yang berdampak terhadap kesehatan manusia. Oleh karena itu, dengan ilmu teknik lingkungan, lingkungan dapat direkayasa oleh manusia untuk mencegah timbulnya berbagai penyakit akibat lingkungan. Pembuatan septiktank di setiap rumah tangga merupakan salah satu penerapan teknologi sederhana pencegahan dan pengendalian pencemaran lingkungan oleh limbah rumah tangga. Demikian pula  perencanaan sistem drainase (SPAL) yang baik dalam suatu perkotaan dapat menghindari timbulnya masalah banjir dan penularan berbagai penyakit menular.
Perencanaan dan perancangan sumur yang baik juga dapat menghindari manusia dari penyakit bawaan air (water borne desease) seperti diare, kolera, disentri,  dimana kesemuanya itu membutuhkan ilmu dan teknologi yang harus dikuasai oleh seorang sarjana teknik lingkungan.  Oleh karena itu, dari kacamata seorang sarjana teknik lingkungan berbagai persoalan lingkungan yang timbul tersebut harus didekati dengan ilmu dan teknologi lingkungan.
Di dunia industri sarjana teknik lingkungan diharapkan dapat berperan sebagai tenaga yang handal dalam merencanakan dan merancang suatu alat teknologi pengelolaan limbah untuk menciptakan industri yang berwawasan lingkungan. Di sini peran sarjana teknik lingkungan diperlukan terutama dalam mendisain, menentukan ukuran bangunan, pemilihan teknologi rancang bangun, jenis pengolahan yang akan digunakan apakah secara fisika, kimia maupun biologis,  dengan terlebih dahulu diperoleh informasi tentang yang menyangkut jenis bahan baku, proses produksi, kapasitas produksi, debit limbah, karakteristik limbah, luas lahan yang ada, volume limbah, dan lain-lain. Sebab bagi  suatu industri di era globalisasi dan pasar bebas sekarang ini bila ingin tetap survive tidak ada pilihan selain harus tunduk pada peraturan dan undang-undang untuk tidak mencemari lingkungan. Oleh karena itu pengolahan air limbah sebelum dibuang ke lingkungan sampai memenuhi baku mutu (effluent standard) yang ditetapkan dengan  menyediakan  suatu instalasi pengolahan air limbah (IPAL) bagi setiap industri menjadi suatu keharusan.
Terlebih saat ini dunia memberlakukan suatu sistem sertifikasi penjaminan mutu suatu produk industri atau Sistem Manajemen Mutu (ISO 9000) maupun Sistem Manajemen Lingkungan (ISO 14000), dimana bila  suatu produk/barang dagangan kualitasnya tidak memenuhi  standar dunia tidak akan laku di pasar dunia atau diboikot.
Demikian pula bila barang dagangan tersebut ternyata dihasilkan dari suatu proses produksi yang ternyata mencemari lingkungan, barang dagangan tersebut akan ditolak di pasar dunia (Ecolabeling).  Hal ini masih ditambah dengan lahirnya gerakan konsumen sedunia, yaitu timbulnya kesadaran masyarakat konsumen dunia (Green Consumer) yang hanya mau membeli suatu produk industri yang dihasilkan dari  suatu proses produksi yang ramah lingkungan (Environmental Friendly).
Walaupun dalam upaya pemerolehan sertifikasi ini bukan suatu pemaksaan dari pemerintah, namun secara lambat laun dunia industri semakin menyadari bahwa pemerolehan ISO tersebut adalah penting bagi kelangsungan industrinya. Walaupun pada awalnya pengolahan limbah dengan membangun IPAL dianggap sebagai sesuatu pemborosan, namun pada akhirnya disadari bahwa hal itu adalah sesuatu yang menguntungkan baik dari segi ekonomi maupun lingkungan (eko-efisiensi).
Atas dasar pertimbangan-pertimbangan tersebut di atas pihak industri mau tidak mau harus menyediakan berbagai sarana dan prasarana yang diperlukan  termasuk SDM profesional.  Hal ini harus ditangkap sebagai tantangan dan peluang bagi seorang sarjana teknik lingkungan untuk memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya.
Prospek Lulusan Teknik Lingkungan
Lulusan teknik lingkungan dapat bekerja di berbagai bidang seperti :
1.   Instansi pemerintah (tim ahli lingkungan hidup di departemen teknis maupun non teknis seperti PU, ESDM, Depdagri, Kimpraswil, PDAM, BAPEDALDA, Departeman Kelautan dan Perikanan, Pertamina, Kementerian Lingkungan Hidup, Dept. Kesehatan, Dept. Pertanian, Dept. Perindustrian & Perdagangan, Dept. Kehutanan)
2.   LSM/NGO Lingkungan Hidup (WWF, WHO, WALHI, Greenpeace, dll)
3.   Industri (Pada bagian Safety Health & Environment (SHE) dalam sebuah industri, lulusan Teknik Lingkungan dibutuhkan terutama sebagai environmental engineer/manager, misalnya pada industri migas & pertambangan (Schlumberger, Total, Chevron, KPC), industri makanan dan minuman (Indofood, Ultrajaya), industri lainnya)
4.   Konsultan (konsultan AMDAL, konsultan perancangan bangunan pengolah air minm dan air limbah, dll) 



Me

About Me??? Just a woman. Yaa seorang wanita yang saat ini mencari modal masa depan d Teknik Lingkungan USU. Berharap bisa menjadi seorang Great Engineer dikemudian hari. Lahir di Ujung Padang,31 oktober 1995. Hobi menonton film, yang mana mayoritas film korea. Terutama jika libur kuliah biasanya hanya berdiam diri di kost dan menonton film.

Mengikuti beberapa organisasi di kampus. Supaya memiliki banyak teman dari berbagai jurusan. Apalagi seperti saat ini masih ditahun pertama, jadi harus banyak-banyak cari ilmu dari kakak senior. Meskipun itu menuntut banyak energi, waktu (harus pintar-pintar membagi waktu) ,agar tidak mengganggu aktivitas kuliah yang mana harus menjadi prioritas utama. Tapi dari hal kecil itu saja sudah banyak ilmu yang didapat sebagai latihan untuk dunia kerja nantinya.

Punya impian ingin jalan-jalan ke Inggris,lihat Oxford University. Kampus yang sangat keren. Mudah-mudahan ada kesempatan yahh :D .

Untuk bagian kekasih,belum kepikiran itu. Sekarang ini lebih tepat "tugas adalah kekasih" sepertinya.

Sekian cerita tentang saya,,selebihnya dilanjutkan lain waktu :)




Nama : Elina Wirda Ningsih Lubis
NIM : 130407010
Jurusan : Teknik Lingkungan USU